LSM NOORWANGSANEGARA Minta INSPEKTORAT Audit ADD Kampong Semolap

LSM NOORWANGSANEGARA Minta INSPEKTORAT Audit ADD Kampong Semolap

Foto Dok Media Andalas Kota Subulussalam : Ketua LSM NOORWANGSANEGARA Sabirin Siahaan saat menyambangi pekerjaan Desa Simolap. (Ramona).

LSM NOORWANGSANEGARA Minta INSPEKTORAT Audit ADD Kampong Semolap

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Berdasarkan pantauan Media Andalas Kota Subulussalam terkait adanya kegiatan pekerjaan pembangunan jembatan di salah satu tempat di Kampong Simolap tanpa adanya papan kegiatan merupakan hal yang bertentangan dengan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Terkesan seolah-olah ada hal yang ditutup-tutupi oleh Tim Pelaksana Kegiatan atau TPK, sehingga tidak berani memasang papan informasi seberapa besar uang masyarakat digunakan untuk kegiatan tersebut.

Disisi lain, saat Ketua LSM yakni Sabirin Siahaan berdialog dengan beberapa pekerja mengaku tidak mengetahui berapa anggaran yang di alokasikan untuk kegiatan pembangunan jembatan yang sedang dia kerjakan bersama beberapa rekan kerjanya.

Lebih lanjut pekerja  juga mengatakan sudah sudah hampir 3 minggu pekerjaan pembuatan jembatan namun tidak ada terpasang papan informasi kegiatan sampai pada hari senin (5/8/19).

Media Andalas Kota Subulussalam saat meliput serta mendapingi Ketua LSM Noorwangsanegara menyambangi dan berdialog dengan bebarapa orang masyarakat, bahkan terdapat diantaranya perangkat Desa/Kampong, masyarakat menuturkan bahwa, Kepala Kampong Simolap terkesan tertutup dalam menjalankan roda Pemerintahan Desa, termasuk dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa.

Baca Juga : Terkait Dana Desa, Kepala Desa Simolap Terkesan Kurang Respon Terhadap Awak Media

Sejalan dengan pemberitaan Media Andalas beberapa waktu lalu, Kepala Desa Simolap sulit ditemui bila hendak di konfirmasi untuk mendapatkan keseimbangan dalam pemberitaan terkait penggunaan Anggaran Dana Desa.

Kantor Desa/Kampong tutup saat di kunjungi, padahal jam menunjukkan waktu aktif bekerja, boleh jadi Kepala Kampong ada urusan lain menyangkut kepentingan Desa, akan tapi kantor tetap harus buka saat jam kerja.

Sebab dalam Pemerintahan Desa ada Sekdes dan Perangkat Desa lainnya sebagai pengganti tempat masyarakat atau tamu yang bertanya saat berkunjung menyampaikan keluhan masyarakat secara lisan, karena mereka takut terkucilkan bila membuat laporan secara tertulis.

Adanya kegiatan Pembuatan Jembatan tanpa papan informasi, dan tutupnya Kantor Desa saat jam aktif kerja, LSM Noorwangsanegara meminta Inspektorat Kota Subulussalam melakukan kunjungan dan audit Dana Desa Kampong Simolap

Sabirin berharap pihak Inspektorat Kota Subulussalam mengambil langkah-langkah kongkrit dalam mengahadirkan suasana positif demi kebaikan masyarakat Simolap ditahun-tahun berikutnya tentang pemggunaan Dana Desa. (Ramona).

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.