Lapor Pak Jokowi…. Guru “Honorer” di Labusel sudah Empat Bulan Belum Terima Gaji

Ilustrasi Guru Honorer

Ilustrasi Guru Honorer

Lapor Pak Jokowi…. Guru “Honorer” di Labusel sudah Empat Bulan Belum Terima Gaji

MEDIAANDALAS.COM, LABUSEL – Nasib Guru honorer BOS (Komite) Sekolah Dasar di kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara kian tak Jelas. Pasalnya, Sudah empat Bulan mereka tak kunjung terima gaji.

Hal disebabkan Dana Bos belum cair di Kabupaten tersebut. Informasi yang dihimpun bahwa di Kabupaten Labuhanbatu Selatan terdapat beberapa golongan guru berdasarkan statausnya, PNS, Honor APBD dan Honor Komite.

Guru Honor Komite di tingkat sekolah dasar hingga hari ini Jum’at (01/11/19) belum menerima gaji sama sekali terhitung mulai Juli 2019, itu artinya sudah empat bulan bekerja belum pernah gajian sama sekali dikarenakan sumber gaji mereka bersumber dari dana Bos.

Menurut salah seorang Guru Honorer di Sekolah Dasar di Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan kejadian seperti ini sudah bertahun-tahun mereka rasakan, dan mereka mengaku tidak tau mau berbuat apa dan mengadukan nasib mereka kepada siapa..?.

“Sudah gaji tak seberapa, lama pula datangnya”, kami tidak tau lagi kepada siapa mengadu bagaimana nasib yang kami rasakan selama ini, sebenarnya ini sudah biasa”, Ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan jadi dirinya.

Di Periode Kedua Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, dengan Menteri yang tergolong masih muda diharapkan mampu membawa angin segar untuk para guru honorer di seluruh tanah air, khususnya Kabupaten Labuhanbatu Selatan sehingga nasib pahlawan tanpa tanda jasa menyandang status sebagai Guru Honor BOS yang gajiannya sekali tiga bulan dapat berubah menjadi senyuman yang menghiasi wajah mereka, gaji yang diterima dapat mencukupi kebutuhan sehari-sehari mereka.

Saat di konfirmasi melalui WhatsApp, terkait belum keluarnya dana BOS di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Sutan Harahap melalui Manager BOS Kabupaten H. Salaman Siregar, enggan untuk berkomentar dan memilih diam.

Kepada Bupati Labuhanbatu Selatan, H. Wildan Aswan Tanjung, mereka berharap agar lebih serius dalam menyikapi situasi ini, sebab Guru Honorer Komite juga manusia yang membutuhkan gaji yang tidak seberapa itu untuk kelangsungan hidup dan menambah energi untuk mencerdaskan Anak Bangsa. [Anas Harahap].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.