Kisah dan Terobosan Asmara Sebagai Anggota DPRD Paling Ujung Selatan Pulau Sumatera

Kisah dan Terobosan Asmara Sebagai Anggota DPRD Paling Ujung Selatan Pulau Sumatera

MEDIAANDALAS.COM, LAMPUNG SELATAN – Asmara adalah wanita kelahiran 3 oktober 1974 ini memang singkat, tapi nama Asmara itu punya makna yang sangat mendalam, cinta kasih dalam artian yang luas sebagai landasan untuk membantu sesame yang membutuhkan pertolongan, sesuai namanya Asmara memang punya jiwa pengasih kepada sesama.

Setidaknya, itu terlihat dari aktivitas sebagai guru taman kanak – kanak dan lembaga pendidikan anak usia dini yang dilakoni sejak tahun 1998 – 2008.

Istri dari Heri Tantomo itu juga aktif dilembaga sosial yang menangani dibidang kesehatan masyarakat. Membantu masyarakat tidak mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan geratis melalui program BPJS.

“Aktivitas tersebut membuatnya banyak menuai simpati dan dukungan dari masyarakat. Masyarakat yang mendorong saya untuk maju sebagai calon anggota DPRD,” kata Asmara.

Setelah konsultasi dengan keluarga akhirnya asmara membulatkan tekat untuk maju sebagai calon anggota legislatif kabupaten lampung selatan.

Pada pemilihan umum tahun 2019 dengan bendahara partai demokrasi Indonesia perjuangan (PDI-P). Ia pun terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten paling ujung selatan Pulau Sumatera itu untuk priode 2019 sampai 2024.

Bak gayung bersambut, di DPRD Lampung Selatan, Asmara tergabung dalam Komisi IV dengan bidang tugas masalah kesehatan dan pendidikan.

Bidang tugas yang pernah dilakoninya selama belasan tahun. Pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, termasuk kesejahteraan guru serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Itu yang menjadi target saya berjuang melalui kursi DPRD ini, terangnya.

Dibidang pendidikan, Asmara akan mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru khisusnya mereka yang masih berstatus honorer.

“Meningkatkan kualitas pendidikan itu harus diiringi dengan mendongkrak kesejahteraan para tenaga pendidikan. Terutama para guru honorer ini akan saya dorong, agar pemerintah daerah lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer,” ungkapnya.(19/03/20).

Dibidang kesehatan, pemerintah harus memberikan hak dan kualitas pelayanan baik kepada masyarakat tanpa terkecuali.

“Kedepan harus tidak ada lagi, orang tidak mampu tidak bisa berobat semuanya harus masuk ke dalam program BPJS kesehatan. Kita akan terus mendorong pemerintah meningkatkan alokasi anggaran iuran BPJS untuk warga tidak mampu,” tegasnya. [Zuli].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.