KPS LUMBA Dan FAPERTA UNIKI Ikuti Road show Reformasi Pertanian Berlandaskan Al-Qur’an

MEDIAANDALAS.COM – BIREUEN. Koperasi Produsen Syariah Lumbung Bumi Aceh (KPS LUMBA) Lhokseumawe menggandeng Fakultas Sain Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonedia (UNIKI) Bireuen, menggelar pelatihan pembuatan jamu bumi, Sabtu (20/02/2021) di Kampus UNIKI.

Kegiatan ini terkait dengan program roadshow KPS LUMBA. di beberapa kampus dan lembaga koperasi pertanian serta masyarakat di Aceh. Roadshow kali ini mendatangkan CEO PT Bengkel Bumi Mandiri, sebagai pembina KPS Lumba, Ahmad Syawaluddin, SE.

Dalam kegiatannya di kampus UNIKI, mengambil tema pelatihan pembuatan jamu bumi. Yang sempat di ikuti sejumlah 60 lebih mahasiswa Pertanian FAPERTA UNIKI dan mahasiswa yang tergabung dalam Unit Entreprenuership Mahasiswa dan Alumni UNIKI, demikian keterangan Wakil Dekan, Mizan Maulana, M.Si pada awak media.

Mizan menyambut baik atas kegiatan yang sudah dilakukan oleh pihak panitia. Ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa pertanian nantinya, sebut Mizan.

Mahasiswa tidak hanya mengetahui teori saja yang di dapatkan dalam perkuliahan, akan tetapi praktek serta ikut pelatihan merupakan salah satu visi dan misi dari kampus merdeka, ungkap mizan.

Narasumber, Ahmad Syawaluddin, yang merupakan salah satu anggota yang bergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menyatakan, Petani di jaman sekarang harus kita sentuh dengan Al-Qur’an. Dimana di dalam Al-Qur’an sudah dituliskan semua tentang pertanian, salah satu yang tertulis dalam Al-Qur’an yaitu “dan tanah yg baik, tanaman-tanamannya subur dengan izin Tuhan, dan tanah yg buruk, tanaman-tanamannya merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran kami) bagi orang-orang yang bersyukur, (QS. Al. A’raf : ayat 58), sebut Ahmad.

Kemudian Ahmad meneruskan : “Petani butuh solusi bukan teori. Banyak tumbuhan di berbagai daerah rusak dengan racun yg diberi oleh petani itu sendiri. Secara logika kita pikirkan, hutan yang sangat luas di perdalaman bisa tumbuh subur tanpa sentuhan bahan kimia dan itu semua karna izin Allah. Jika ingin usahanya berhasil, izin lah kepada Allah, semua hal yang kita kerjakan dengan izin Allah, insya Allah akan menghasilkan hal yang memuaskan, ujar Dewan Pakar HKTI ini.

Bahan kimia yang digunakan oleh petani merupakan perusak unsur hara yang ada dalam tanah, padahal banyak sekali bahan alami yang bisa digunakan untuk dijadikan sebagai pupuk organik yg tinggi akan manfaat dan ramah lingkungan. Salah satu pupuk organik yang bisa digunakan, dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk budidaya tanaman baik tanaman padi, sawit, sayuran maupun tanaman yang lainnya yaitu, tumbuhan majapahit, lidah buaya, buah mengkudu dan masih banyak lainnya, jelas Ahmad.

Pupuk organik sangat mudah dibuat, kalau kita mau belajar semuanya bisa dimanfaatkan dengan mudah. Salah satu contohnya adalah pengganti NPK yaitu air kumur-kumur kita sendiri yang di buang pada pagi hari, dimana di dalam air liur pada pagi hari yang kita kumur-kumurkan sangat banyak mengandung ribuan bakteri yang bisa di gunakan untuk tanaman. Cara pengolahannya sangatlah mudah, cukup dengan menampung air kumur-kumur pada pagi hari dan berikan larutan gula merah, pungkasnya.

Dalam waktu dekat, insya Alah Koperasi Lumbung Bumi aceh akan berkunjung kembali dalam rangka pelatihan lanjutan dan penandatanganan nota kerjasama betkelanjutan dengan program studi Ilmu Pertanian Faperta UNIKI, sebut Mustaqim, M.Si selaku ketua panitia. [Teuku Irfan/Taqim]

Marzuki

Author: Marzuki

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.