KPK Periksa Wagub Lampung, Telusuri Dugaan Aliran Duit ke Eks Bupati Mustafa

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) (Haris Fadhil/detikcom)

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) (Haris Fadhil/detikcom)

KPK Periksa Wagub Lampung, Telusuri Dugaan Aliran Duit ke Eks Bupati Mustafa

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Dilansir dari detik.com, KPK memeriksa Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim terkait kasus dugaan suap eks Bupati Lampung Tengah Mustafa. KPK menelusuri adanya dugaan aliran duit untuk pencalonan Mustafa sebagai bakal calon Gubernur Lampung pada Pilkada 2018.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan pemberian uang untuk rencana pencalonan tersangka MUS (Mustafa) sebagai bakal calon gubernur Lampung tahun 2018,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/11/19).

Namun Febri tidak menjelaskan secara rinci sumber aliran duit ke Mustafa itu. Diduga duit dari pihak yang berada di Lampung Tengah.

“Diduga sumber uang adalah dari pihak rekanan di Lampung Tengah,” sebutnya.

KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus yang berkaitan dengan Mustafa ini. Setidaknya ada tiga kasus yang menjerat Mustafa.

Kasus pertama, KPK menetapkan Mustafa sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi Rp 95 miliar. Duit itu diduga terkait dengan proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Ada dugaan fee 10-20 persen yang diberikan kepada Mustafa.

Kasus kedua, KPK menetapkan dua pengusaha, yaitu pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto, dan pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo, sebagai tersangka. KPK menduga keduanya memberi duit total Rp 12,5 miliar kepada Mustafa. Diduga duit itu adalah bagian dari Rp 95 miliar yang diterima Mustafa.

Kemudian kasus ketiga, KPK menetapkan Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin sebagai tersangka. Mereka diduga menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah dan pengesahan APBD dan APBD-P. [Detik.com].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.