Kepala KPH Wilayah IV Balige: Status Lahan Pembukaan Akses Jalan Kepariwistaan Kaldera Toba Merupakan Bekas Kawasan Hutan

Kepala KPH Wilayah IV Balige: Status Lahan Pembukaan Akses Jalan Kepariwistaan Kaldera Toba Merupakan Bekas Kawasan Hutan

Kepala KPH Wilayah IV Balige: Status Lahan Pembukaan Akses Jalan Kepariwistaan Kaldera Toba Merupakan Bekas Kawasan Hutan

 

MEDIAANDALAS.COM, TOBA SIMOSIR (SUMUT) – Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Balige Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Leonardo Sitorus menyampaikan status lahan di Dusun Sileang-leang Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata yang rencananya dipergunakan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) untuk pembukaan akses jalan kepariwistaan Kaldera Toba merupakan bekas Kawasan Hutan.

“Status lahan di Dusun Sileang-leang yang diberikan kepada pihak BODT adalah status kawasan hutan sesuai dengan batas-batas yang dilakukan di Kabupaten Tobasa tahun 2014 yang ditetapkan melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no 1076 tentang perkembangan tapal batas kawasan hutan,” ucap Leonardo melalui selulernya Minggu (15/9/19).

Dikatakanya kawasan pembukaan jalan Kaldera Toba masuk dalam kawasan hutan yang saat ini menjadi kawasan hutan dengan status izin pinjam pakaikan lain untuk kepentingan pariwisata Danau Toba yang langsung dikeluarkan melalui Kementerian Kehutanan dan sertifikatnya dikeluarkan dari Kementerian Angraria dan Tata Ruang (ATR).

Menurut Leonardo, Badan Pertanahan Nasioanal (BPN) sudah mengeluarkan sertifikat hak pengelolaan kepada BPODT dan sudah mengurus hak-hak akses dari Kementerian Kehutanan yang di keluarkan BPHP Medan.

Ketika dimintai tanggapa terkait adanya status lahan menjadi tanah adat di Sigapiton, Leonardo menerangkan semestinya ada Perda mengenai hutan adat, namun hingga saat ini Pemkab Tobasa belum memiliki Perda tentang tanah adat.

“Memang di surat keputusan menteri dikatakan agar hak hak masyarakat diselesaikan. Dan untuk menyelesaikan hak masyarakat tersebut Pemerintah telah membentuk tim terpadu agar pelaksanaan pengembangan kepariwistaan Kaldera Toba berjalan lancar,” tutupnya.

sebelumnya juga Bupati Toba Samosir telah menjelaskan status lahan tersebut di salah satu situs resmi pemkab Toba Samosir.

Dalam keterangan Presnya Bupati Toba Samosir menjelaskan bahwa lahan yang sedang di kerjakan oleh Badan Otorita Danau Toba yang berlokasih di Desa Silengan-lengan dengan luas dua ratus tujuh puluh sembilan hektar (279).

“Secara hukum sudah clear dan jelas bahwa itu dilepaskan oleh kehutanan dan diserahkan ke Badan otorita Danau Toba sebagai pihak pengelola atas lahan tersebut dan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir berperan sebagai tim terpadu.” ucap Bupati. [7NG].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.