Kepala Desa Namo Buaya Klarifikasi Cuitan Marga Sambo di Media

Foto : Kepala Desa Namo Buaya, Rahmad Sagala. [Ramona].

Foto : Kepala Desa Namo Buaya, Rahmad Sagala. [Ramona].

Kepala Desa Namo Buaya Klarifikasi Cuitan Marga Sambo di Media

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Terkait pernyataan yang di tulis di salah satu media mengenai cuitan Kepala Desa Namo Buaya, Rahmad Sagala tentang pernyataan hanya Marga Sambo yang bisa menjadi Kepala Desa di Namo Buaya merupakan kesalahpahaman.

Rahmad mengklarifikasi bahwa, pernyataan tersebut bukan bermaksud untuk menyinggung seluruh  yang bermarga Sambo, namun ia lebih menjelaskan kepada adanya segelintir oknum warganya yang kebetulan bermarga Sambo yang selalu berusaha memecah belah keharmonisan di masyarakat Desa Namo Buaya.

Baca Juga : Ini Kata Rahmad Sagala, Kalau Jadi Gecik Namo Buaya

Rahmad mengatakan pernyataan yang di tulis Media Andalas (12/08/19) lalu tidak bermaksud untuk menyinggung marga sambo, ia juga meminta maaf jika ada pihak-pihak yang merasa tersinggung atas pernyataan tersebut.

Ia menambahkan selama ia menjabat, ada oknum yang kebetulan bermarga Sambo yang selalu menyebar hoax, selama dia memimpin Desa Namo Buaya dalam 2 tahun terakhir.

Selain itu, ia juga mengatakan bagaimana mungkin ia bermaksud menyinggung Marga Sambo, karena istrinya dan kerabatnya juga bermarga Sambo.

Ia juga menambahkan, ia sama sekali tidak anti terhadap kritikan dari warga, selama kritikan tersebut untuk membangun, namun jika kritikan yang di tujukan kepadanya dan perangkat desa lainya untuk memecah belah,dan hanya untuk memprovokasi, hal tersebut ia nilai sudah di luar batas kewajaran.

Terkait pembangunan dan kemajuan Desa Namo Buaya dari Anggaran Dana Desa, warga bisa melihat sendiri bagaimana perubahan yang di rasakan sejak ia menjabat 2 tahun lalu hingga kini.

“Saya juga menyadari, tak mungkin bisa memuaskan seluruh warga Desa Namo Buaya dengan kebijakan-kebijakan yang di ambil, namun selama kebijakan yang saya ambil setelah melalui musyawarah dengan para perangkat desa dan aspirasi dari warga masih dalam koridor dan tidak melanggar hukum,saya rasa itu sah-sah saja.” Ungkap Rahmad, kepada Media Andalas Kota Subulussalam.

Terkait adanya warga Desa Namo Buaya yang merasa tidak puas dengan kebijakan di Desa, itu merupakan konsekwensi untuk menjadi pemimpin imbuhnya. [Ramona].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.