Juniardi, PWI Lampung : Ancam dan Intimidasi Jurnalis Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Tubaba Tidak Mencerminkan Seorang Pemimpin

Juniardi Waka Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung

Foto : Juniardi Waka Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Ancam dan Intimidasi Jurnalis Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Tubaba Tidak Mencerminkan Seorang Pemimpin. [Basuni].

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Tobroni Kepalou Tiyuh Kibang Budijaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulangbawang Barat mendapat kritikan dari berbagai kalangan terkait ancaman dan intimidasi terhadap wartawan yang hendak mengkonfirmasi atas realisasi penggunaan dana desa (DD) di tiyuhnya.

Terkait ancaman dan intimidasi yang di lakukan (Tobroni) Kepalo Tiyuh Kibang Budijaya. Juniardi, S.IP, MH,. selaku Waka Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung angkat bicara. Jika benar itu yang terjadi, dan apa yang disampaikan oknum Kepala Desa (Tobroni) itu, sangat disayankan masih ada oknum Kepala Desa yang berpikirnya bukan seperti pimpinan di Desanya. Realisasi Dana Desa di Tiyuh Kibang Budijaya bukan rahasia.

Ancaman akan mengumpulkan massa untuk menghadapi wartawan yang mau wawancara itu adalah bentuk intimidasi, dan upaya menghambat kerja wartawan, adalah tidak patut di lakukan apalagi dengan bahasa yang tidak menunjukkan sebagai pimpinan meski hanya sebagai Kepala Desa.

“Sebagai Kepala Desa, adalah pejabat di desanya, punya kewajiban untuk melaksanakan roda pemerintahan desa secara transparan dan akutabel. Dan UU di Republik ini berlaku untuk seluruh warga negara di Indonesia, termasuk di Desa itu. “Jadi salah kaprah jika mengatakan UU tidak berlaku di Desanya,” kata Juniardi.

“Anggaran Dana Desa itu justru wajib disampaikan kepada publik, termasuk kepada Pers, agar terlihat kinerjanya kepada masyarakat, bukan para Inspektorat. Inspektorat, Pemda, itu atasan secara internal Pemerintahan dalam Administrasi Negara, Desa itu kan bagian dari Negara,” tambahnya.

Menurut Juniardi, “Jika intimidasi terhadap jurnalis terjadi itu sangat memprihatinkan, karena intimidasi aparat Desa terhadap jurnalis membahayakan demokrasi. Dan ancaman – ancaman oleh aparatur itu adalah prilaku kebodohan,” kata mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung ini.

Kepada wartawan, Juniardi juga mengingatkan agar bekerja sesuai dengan kaidah jurnalistik dan menjaga kode etik.

Karena wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita baik berupa laporan dan tulisannya dikirimkan dan di muat di media massa secara teratur.

“Tujuan wartawan untuk memperoleh informasi-informasi yang bisa digali, agara dapat memperoleh bukti nyata, dan memperoleh sebuah fakta penting dari suatu wawancara.” ungkap Juniardi.

“Wartawan wajib menemukan sumber yang kredibel dan dapat dipercaya dengan informasi yang sangat akurat.” ucapnya.

“Dan wartawan dapat melakukan wawancara dengan orang yang ditemui di jalan untuk meminta pendapat tentang masalah atau kondisi tertentu.” Pungkasnya. [Basuni].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.