Hamdani; Pengadaan Pupuk Sangat Mencolok, Diduga Sarat Korupsi Pengelolaan Taman Agrowisata

Taman Agrowisata Tubaba

Diduga Sarat Korupsi Pengelolaan Taman Agrowisata, Hamdani; Pengadaan Pupuk Sangat Mencolok

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Pengeloaan dan perawatan rutin Taman Buah Agrowisata Pulung Kencana setiap tahunnya selalu di anggarakan bahkan anggaran yang di kucurkan setiap tahun nya itu tidaklah sedikit, terkait hal itu di kelola langsung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba.

Anggaran tersebut Jika seperti itu bisa menjadi sarat penyimpangan oleh oknum tertentu guna keuntungan pribadi.

Hal ini dikemukakan oleh, Hamdani, Pengurus Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Provinsi Lampung mendampingi N.S. Hadiwinata Ketua Pimpinan Wilayah GNPK RI, Ia memaparkan bahwa, dugaan permasalahan lainya yang terjadi pada pengelolaan anggaran Perawatan Agrowisata di Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba diantaranya, pada tahun 2014.

Dinas Pertanian menganggarkan untuk belanja belanja bibit buah tanaman senilai 10 juta rupiah, dan pengadaan pupuk kandang 60 ton senilai 30 juta rupiah, serta pengadaan pupuk organik 150 ton senilai 300 juta rupiah.

“Lalu pada tahun 2015 Dinas Pertanian melakukan pengadaan bibit tanaman  buah naga senilai 19,5 juta rupiah, selain itu pengadaan pupuk NPK 20 ton senilai 19 juta rupiah, pengadaan pupuk kandang 65 ton senilai 97,5 juta rupiah, dan rehab pagar Agrowisata senilai 25 juta rupiah,” bebernya.

Sedangkan, sambung dia, pada tahun 2016 Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba kembali menganggarkan untuk pengadaan bahan kimia dan pupuk senilai 77,8 juta rupiah, pengadaan bibit tanaman senilai 280 juta rupiah, lalu kembali mengadakan untuk  bahan kimia dan pupuk senilai 17,9, serta pengadaan bahan obat-obatan senilai 75 juta rupiah.

“Jika dibandingkan dari tahun ke tahun pengadaan pupuk di Dinas Pertanian untuk Agrowisata sangatlah mencolok sekali permasalahannya.

Indikasinya, oknum itu bermain pada jumlah pupuk yang dinilai hanya menghambur-hamburkan anggaran,

Dinas Pertanian diduga bermain pada harga pupuk yang dibelanjakannya lebih dari ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

Dari temuan dugaan korupsi Dana Perawatan Agrowisata tersebut, ungkap Dani menambahkan, pihaknya akan melakukan klarifikasi ke Dinas Pertanian, untuk bahan pelaporan ke penegak hukum.

“Kita klarifikasi terlebih dahulu ke Dinas Pertanian untuk kelengkapan laporan ke Penegak Hukum. Karena indikasi ini sudah gamblang,” pungkasnya. (Basuni)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.