Gas LPG 3 Kg Kembali Langka, Harga Melambung

Gas LPG 3 Kg Kembali Langka, Harga Melambung

Gas LPG 3 Kg Kembali Langka, Harga Melambung

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Gas LPG 3 Kg kembali langka dipasaran, berimbas harga melambung dan masyarakat kembali mengeluh, sehingga menjadi ramai di perbincangkan.

Kemana dan kenapa gas LPG ini kok bisa langka, sementara di Kota Subulussalam ada dua  agen yang tiap hari mensupply ke pangkalan yang ada di Kota Subulussalam.

Gas LPG 3 Kg ini memang sudah jadi kebutuhan masyarakat sehari-hari, namun makin hari bukannya tambah mudah untuk mendapatkannya malah semakin sulit.

Baca Juga : Kota Subulussalam, Gas LPG 3 Kg Terkesan Jadi Ajang Bisnis Pangkalan

Baca Juga : Pangkalan Kerap Tutup, Gas LPG 3 kg Dijual Di Atas Harga HET

Sementara gas LPG 3 kg ini adalah subsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin, namun kini berbalik arah, bukan untuk masyarakat miskin sebagaimana yang tertulis di tabung gas.

Pemerintah Kota Subulussalam  harus secepatnya mengambil tindakan terkait kelangkaan gas LPG 3 Kg, masalah ini agar tidak menjadi bumerang buat masyarakat yang selalu susah mendapatkan gas LPG 3 Kg.

Baca Juga : Maraknya Penjual Gas LPG 3 Kg Tanpa Izin

Baca Juga : HET LPG 3 Kg Yang Di Tetapkan Pemkot Subulussalam Terkesan Mandul

Masyarakat berharap mendapatkan gas LPG 3 Kg dengan harga sesui aturan Desperindag sebagai link setor.

Pemerintah harus tegas, cabut ijin pangkalan yang nakal, bila ada pangkalan tidak menjual kepada masyarakat jangan disuplai lagi. sementra tertulis mereka sebagai pangkalan namun menjual di atas harga HET barang subsidi.

Bukan tidak ada pangkalan di Subulussalam ini, apa lagi di Kecamatan Simpang Kiri sebagai jantung Ibu Kota Subulussalam, namun harga gas LPG 3 Kg tetap melambung.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun Media Andalas Kota Subulussalam dilapangan pada hari rabu (28/9/19). dari salah satu masyarakat yang antri di sebuah pangkalan tepatnya di SPBU Oyon Kota Subulussala yang selalu di padati masyarakat mendapatkan keterangan bahwa

“Beginilah nasib kami ini pak, kalau beli gas, selalu antri, jika kami beli di luar pangklan harganya sampai 30.000,- sementara pangkalan banyak di seputaran sini, tapi pangkalan ini yang selalu padat, pangkalan yang lain selalu bilang udah habis,” ungkap salah satu warga saat di wawancarai Media Andalas Kota Subulussalam.

Sedangkan di jalur Jalan Nyak Adam Kamil, terdapat tiga pangkalan, masa ketiganya habis terus dalam hitungan satu jam, kan aneh pak, bisa jadi mereka borongkan makanya cepat habis, terang seorang ibu yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan masyarakat di Kecamatan Simpang Kiri masih kesulitan mendapatkan pasokan gas LPG 3 Kg, jika pun ada harga jualnya diatas HET yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Subulussalam. [Ramona].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.