Fakhrurrazi Yusuf, SE. M Si Kembali Pimpin Badan Reintegrasi Aceh

Fakhrurrazi Yusuf, SE. M Si Kembali Pimpin Badan Reintegrasi Aceh

MEDIAANDALAS.COM. BANDA ACEH -Badan Reintegrasi Aceh yaitu salah Badan yang hanya ada di Provinsi Aceh, badan ini lahir setelah perdamaian antara Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Mardeka yang juga merupakan salah satu poin dari perjanjian damai tersebut.

Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh, Jumat (08/05/2020) siang menggelar acara lepas sambut Ketua Badan Reintegrasi Aceh dari Ketua lama kepada Ketua baru di Aula Kantor BRA, kawasan Seutui, Kota Banda Aceh.

Namun, berhubung kondisi aula yang tidak memungkinkan karena banjir, maka acara lepas sambut dilaksanakan di dalam ruangan Ketua BRA.

Pergantian Ketua BRA ini sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 821.29/1082/2020 yang ditandatangani PLT. Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT, tanggal 23 April 2020 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Ketua Badan Reintegrasi Aceh.

H. Fakhrurrazi Yusuf, SE. M. Si, selaku Ketua BRA yang baru dalam kesempatannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak M. Yunus yang selama ini telah menjalankan program-program Reintegrasi terhadap mantan kombatan Gerakan Aceh Mardeka (GAM), Tapol Napol dan masyarakat imbas konflik.

“Alhamdulillah Renstra yang telah tersusun di saat saya menjabat dulu sudah dilanjutkan oleh Bapak M. Yunus dengan baik serta semua programnya terlaksana sesuai dengan harapan,” sebut Fakhrurrazi.

“Saya juga berterima kasih kepada seluruh elemen dalam BRA sekarang ini yang sudah berjuang sekuat tenaga untuk kelanjutan Perdamaian Aceh,” sambungnya.

“Saya berharap kedepan kita dapat bekerja sama untuk mengsukseskan program Reintegrasi ini. Kalau pun ada yang luput dari saya mohon diingatkan dan kita perbaiki sama-sama,” tutup Fakhrurrazi.

Fakhrurazi Yusuf, SE. M Si sebelum bergabung dengan dengan GAM beliau merupakan salah seorang dosen di Fakultas Ekonomi universitas Syiah Kuala Banda Aceh, maka dengan dilantik kembali memimpin Badan Reintegrasi Aceh (BRA) banyak pihak sangat mengharapkan kinerjanya dapat menjadi obat untuk bisa mendongkrak taraf hidup masyarakat kearah yang lebih baik terutama masyarakat mantan kombatan korban konflik di masa lalu serta paling tidak bisa memengaruhi untuk perubahan status Aceh dari nomor rendah kenomor yang lebih baik status daerah miskin di Sumatera, demikian harapan beberapa sumber yang dimintai pendapat oleh media ini.

(Mansurdin Idris)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.