Dikeluhkan Penuh Sampah, Wagub Lampung Tinjau Teluk Lampung

Dikeluhkan Penuh Sampah, Wagub Lampung Tinjau Teluk Lampung

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim berbincang kepada warga saat mengunjungi kawasan pantai Teluk Lampung di Sukaraja, Panjang, Selasa (18/6/2019). ANTARA/Humas Pemprov Lampung/aa

MEDIAANDALAS.COM, BANDAR LAMPUNG, Dilansir dari (ANTARA), Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim meninjau ke kawasan Teluk Lampung di Kota Bandarlampung yang sedang viral akhir-akhir ini, tepatnya di daerah Sukaraja, Panjang, Selasa sore, menyusul keluhan penuh sampah plastik.

Wagub Chusnunia Chalim yang mendengar keluhan masyarakat Sukaraja langsung turun meninjau lokasi Teluk Lampung yang penuh dengan sampah plastik.

Setibanya di lokasi, justru tampak wajah senang dan gembira warga yang ingin berjumpa dengan Wagub Lampung yang bersama Gubernur Arinal Djunaidi baru dilantik 12 Juni lalu ini.

Dalam peninjauan tersebut, Chusnunia yang akrab disapa Nunik mengungkapkan bahwa lokasi ini sedang viral, sehingga langsung turun meninjau lokasi ini. “Dan kita melihat bahwa kondisinya memang banyak sampah,” ujar Wagub Chusnunia.

“Sampah-sampah ini berasal dari aliran sungai yang berkumpul di tepi pantai. Para nelayan ingin daerah ini bersih dari sampah, namun sementara sampah juga menjadi pijakan nelayan dalam menepikan perahunya,” katanya lagi.

Wagub Chusnunia mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengkaji mana yang menjadi kewajiban Pemprov Lampung dan mana yang menjadi kewajiban Pemkot Bandarlampung dalam menangani masalah itu.

Selain itu, rencananya juga daerah ini akan menjadi perluasan Pelabuhan Panjang. “Kita akan mengkaji apa saja yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami. Jangan sampai keputusan yang diambil nanti membuat nelayan dan masyarakat keberatan,” ujar Wagub Chusnunia Chalim.

Buwang (46) yang berprofesi sebagai nelayan mengungkapkan kondisi tepian laut kini dipenuhi sampah, terutama sampah plastik.

Ia berharap kondisi tepian laut dapat kembali seperti semula, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Saya lahir dan besar di sini, dulu pasir pantainya sangat jelas terlihat. Itu sudah bertahun-tahun yang lalu, dan sekarang sangat berbeda karena sudah dipenuhi sampah. Kebanyakan sampah datang dari aliran sungai,” katanya pula. (Antara)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.