Bireuen Dideklarasikan Sebagai Kota Santri

MEDIAANDALAS.COM, BIREUEN – Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang ke-6 tahun 2020 Tingkat Provinsi Aceh dipusatkan di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.(23/10/20).

Prosesi pelaksanaan upacara HSN ke 6 berlangsung khidmat, sederhana dan sukses dan tetap eksis menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker (3 M).

Bersamaan dengan pelaksanaan upacara peringatan HSN, Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH, M.Si, yang bertindak sebagai Inspektur upacara atas nama Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membacakan keputusan dan mendeklarasikan Bireuen sebagai Kota Santri.

Dalam prosesi pembacaan surat keputusan (SK) Plt. Gubernur Aceh dan deklarasi Bireuen sebagai Kota Santri Dr. Muzakkar A Gani, SH, M.Si sangat terharu dan spontanitas suaranya sempat tertahan dan terlihat menitikkan air mata.

Penandatanganan SK Plt. Gubernur Aceh dalam deklarasi penetapan Bireuen sebagai Kota Santri pada upacara HSN Ke-6 itu ditandatangani Bupati Bireuen Muzakkar A Gani, dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El Madny disaksikan sejumlah pimpinan dayah dan pasantren di Provinsi Aceh

Bupati Bireuen H. Muzakkar A Gani menyebutkan, penetapan Bireuen Sebagai Kota Santri memiliki sejarah penting bagi Aceh dan Pemkab Bireuen sebab perjuangan ini sudah nyaris lama dirintis oleh para ulama dan umara demi menciptakan Santri di berbagai dayah menjadi generasi yang berkualitas.

“Saya sangat berharap dengan dideklarasikan serta ditetapkan oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah bahwa Bireuen sebagai Kota Santri santri harus eksis berupaya dalam memperkuat pelaksanaan syariat Islam melalui bidang pendidikan di Aceh.” Harapnya.

Selain itu Muzakkar juga meminta para santri untuk dapat berperan aktif dalam membangun kesadaran masyarakat melalui ide-ide dan pemikiran-pemikiran ‘ala thariqat Ahlul Sunnah wal jama’ah baik dalam aqidah, ibadah, akhlak, maupun muamalah.

Tuntutan dan harapan lainnya kata Muzakkar para santri mampu berkontribusi bagi pembangunan pendidikan Islam dan pembangunan sosial kemasyarakatan di Aceh. Dalam hal ini terpednting bagi santri dalam pendidikan dan pengajaran di Dayah adalah membuat santri memiliki sarana dan perlengkapan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dalam rangka mengenal Allah SWT sehingga para santri benar-benar generasi penerus dan pewaris bangsa yang handal dan berkualitas.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El Madny SAg MM, kepada sejumlah media menyebut, salah satu makna dari penetapan Bireuen Sebagai Kota Santri tentunya Pemerintah Daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus lebih peduli terhadap pesantren/dayah, termasuk dalam hal penyesuaian anggaran serta ikutan lainnya.

Disebutkan lebih khusus lagi Bireuen harus lebih semakin peduli dan memperhatikan bidang pendidikan dayah untuk lebih berkembang dan maju, sebab apa penetapan Bireuen Kota Santri sebagai wujud perhatian Pemerintah Aceh dalam hal pengembangan dayah di Aceh.

Selain itu tambah Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny para santri dapat terus belajar dalam mengasah kemampuan diri dan meingkatkan inteligensi di segala bidang, tidak hanya di bidang agama saja, namun juga sains, sehingga santri mampu bersaing dan menjadi leader di semua bidang.

Terkait masalah tersebut, Usamah El-Madny mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa agar para alim ulama pimpinan dayah tetap sehat dan diberi kemudahan sehingga dapat terus mendidik para santri dalam menggapai Ridha Ilahi. Amin Ya Allah. [Suherman Amin].

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.