Agen LPG 3 Kg Harus Stop Mensupply Pangkalan Yang Tidak Buka

Gas LPG 3 Kg Kembali Langka, Harga Melambung

Agen LPG 3 Kg Wajib Tegas, Stop Mensupply Pangkalan Yang Tidak Buka

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Keluhan masyarakat Kota Subulussalam tentang gas LPG 3 Kg semakin hari semakin sulit untuk didapatkan terus bergulir.

Harga LPG 3 Kg berveriasi, rata-rata diatas HET, kekecewaan masyarakat kepada para penjual yang ada di Kota Subulussalam khususnya Kecamatan Simpang Kiri pun nampak.

Baca Juga : Gas LPG 3 Kg Kembali Langka, Harga Melambung

Baca Juga : Kota Subulussalam, Gas LPG 3 Kg Terkesan Jadi Ajang Bisnis Pangkalan

Pasalnya aturan harga telah ditetapkan oleh Walikota Subulussalam dengan Nomor 188.45/187/2018. Rp.20.500,- namun terkesan diabaikan oleh pihak pangkalan.

Hanya ada satu pangkalan yakni di SPBU Oyon, yang selalu di serbu masyarakat Kota Subulussalam, untuk mendapatkan harga LPG 3 Kg murah, sebab di pangkalan lain selalu kosong.

Seperti di Jalan Nyak Adam Kamil terdapat tiga pangkalan, namun apabila ada yang hendak membeli gas selalu bilang sudah habis.

Anehnya lagi, banyak pangkalan yang selalu tutup, namun selalu disupply oleh agen distributor.

Baca Juga : Pangkalan Kerap Tutup, Gas LPG 3 kg Dijual Di Atas Harga HET

Baca Juga : Maraknya Penjual Gas LPG 3 Kg Tanpa Izin

Baca Juga : HET LPG 3 Kg Yang Di Tetapkan Pemkot Subulussalam Terkesan Mandul

“Apabila masyarakat datang, selalu bilang sudah habis, sedangkan pangkalan itu baru saja siap bongkar, kok dia bilang sudah habis, namun kita liat di kios-kios kecil banyak yang jual, dengan harga 25.000,- sampai 30.000,- Apakah pihak pangkalan bermain dengan warung-warung enceran itu??.” ujar seorang warga saat ditemui Media Andalas Kota Subulussalam.

Kecamatan Simpang Kiri merupakan jantung Ibu Kota Subulussalam saja bisa semahal itu harganya, bagaimana dengan Kecamatan lain, sementara saat penetapan harga HET 5 (lima) Kecamatan di Kota Subulussalam tidak ada yang boleh jual dengan harga yang sudah di tetapkan.

Agen-agen pun berjanji, apabila ada pangkalan yang menjual harga diatas HET, akan di ambil tindakan dengan mencabut ijinya, namun dalam prakteknya ada kesan diborongkan lagi oleh pihak pangkalan, kalau tidak diborongkan kenapa dalam hitungan satu jam LPG 3 Kg sudah habis.

Desperindag sebagai link sektor perdangan Kota Subulussalam, harus juga mengambil tidakan agar tidak ada lagi pangkalan nakal, sementara di Kota Subulussalam ada dua agen besar yang tiap hari menyupply masalah gas ini, selain hari minggu, toh juga Kota Subulussalam masih kekurangan, dengan harga yang melambung.

Saat Media Andalas Kota Subulussalam mempertanyakan kepada salah satu petugas bongkar yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, “Kami menyupply setiap pangkalan, 40 tabung dan sampai 50 tabung.

Media Andalas Kota Subulussalam mencoba menggali informasi tambahan dengan menanyakan lepada petugas “Kalau 40 sampai 50 tabung kok cepat sekali habis.”

Petugas pangkalan menjawab “Kalau soal itu pak, kami tidak tau, yang jelas setiap pangkalan kami isi sesui dengan yang ada.” Pungkasnya. [Ramona].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.