Bagi Yang Gelisah Menghadapi Kematian dan 35 Kata-Kata Bijak Imam Al-Ghazali Tentang Kehidupan Penuh Makna Inspiratif

MEDIAANDALAS.COM, JABAR – Bagi Imam Al-Ghazali, kematian tidak bermakna tiadanya hidup (nafi al-hayah), tetapi perubahan keadaan (taghayyur hal).

Menurut al-Ghazali, di dunia ini tak ada yang pasti, kecuali kematian. Hanya kematian yang pasti, lainnya tak ada yang pasti.

Namun, manusia tak pernah siap menghadapi maut dan cenderung lari darinya.

Sesungguhnya, kematian yang kamu lari daripadanya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.” (QS al-Jumu’ah [62]: 8).

Dengan kematian, hidup bukan tidak ada, melainkan bertransformasi dalam bentuknya yang lebih sempurna. 

Diakui, banyak orang semasa hidup mereka tertidur (tak memiliki kesadaran), tetapi justru setelah kematian, meraka bangun (hidup). Al-Nas niyam, fa idza matu intabihu,” demikian kata Imam Ali.  

Dalam Alquran, ada beberapa istilah yang dipergunakan Allah SWT untuk mengartikan kematian. Pertama, kata al-maut (kematian) itu sendiri.

Kata ini dalam bentuk kata benda diulang sebanyak 35 kali. 

Al-maut menunjuk pada terlepasnya (berpisah) ruh dari jasad manusia. Kepergian ruh membuat badan tak berdaya dan kemudian hancur-lebur menjadi tanah. 

Allah SWT berfirman, Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu, dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.” (QS Thaha [20]: 55). 

Kedua, kata al-wafah (wafat). Kata ini dalam bentuk fi`il diulang sebanyak 19 kali. Al-Wafah memiliki beberapa makna, antara lain sempurna atau membayar secara tunai.

Jadi, orang mati dinamakan wafat karena ia sesungguhnya sudah sempurna dalam menjalani hidup di dunia ini.

Oleh sebab itu, kita tak perlu berkata, sekiranya tak ada bencana alam si fulan tidak akan mati.   

Ketiga, kata al-ajal. Kata ini dalam Alquran diulang sebanyak 21 kali. Kata ajal sering disamakan secara salah kaprah dengan umur. Sesungguhnya, ajal berbeda dengan umur.

Umur adalah usia yang kita lalui, sedangkan ajal adalah batas akhir dari usia (perjalanan hidup manusia) di dunia. Usia bertambah setiap hari; ajal tidak. (QS al-A’raf [7]: 34).

Keempat, kata al-ruju’ (raji’). Kata ini dalam bentuk subjek diulang sebanyak empat kali, dan mengandung makna kembali atau pulang.

Kematian berarti perjalanan pulang atau kembali kepada asal, yaitu Allah SWT.

Karena itu, kalau ada berita kematian, kita baiknya membaca istirja’, Inna Lillah wa Inna Ilaihi Raji’un  (QS al-Baqarah [2]: 156).

Imam Al-Ghazali merupakan tokoh muslim terkemuka di dunia. Beliau salah satu ilmuwan terkenal yang mempelajari ilmu di bidang filsafat dan tasawuf.

Melalui pemikirannya, Imam Al-Ghazali menjadi salah satu orang yang berpengaruh bagi perkembangan dunia Islam.

Pemilik nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i ini pernah memegang jabatan-jabatan sebagai naib konselor di Madrasah Nizhamiyah, sebuah pusat pengajian tinggi di Baghdad.

Melalui beberapa karya buku, beliau berhasil memberi sumbangsih bagi perkembangan kemajuan umat manusia.

Maka tak heran apabila pemikiran Imam Al-Ghazali hingga kini terus dipelajari dan dikembangkan. Hal ini dikarenakan pemikirannya masih relevan hingga saat ini.

35 Kata Bijak Imam Al-Ghazali Tentang Kehidupan
35 Kata – Kata Bijak Imam Al-Ghazali Tentang Kehidupan

Berikut ini 35 kata-kata bijak Imam Al-Ghazali yang rangkum dari berbagai sumber, tentang kehidupan yang penuh makna dan inspiratif:

Kata-Kata Bijak Imam Al-Ghazali Tentang Kehidupan

1. Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwaku sendiri, yang terkadang membantuku, dan terkadang menentangku.

2. Untuk kesehatan yang baik, kendalikan makananmu. Untuk jiwa yang baik, kendalikan dosa-dosamu, dan untuk keimanan yang baik, kirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Nafsu bisa membuat seorang Raja menjadi Budak. Sementara sabar bisa membuat seorang Budak menjadi Raja.

4. Jiwa manusia itu seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap.

5. Sifat utama pemimpin ialah beradab dan mulia hati.

6. Barangsiapa yang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya untuk mengumpulkan harta karena takut miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin.

7. Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya dari dalam.

8. Bersungguh-sungguhlah engkau dalam menuntut ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan kerana jika tidak demikian engkau akan berada dalam bahaya kesesatan.

9. Orang munafik mencari-cari kesalahan, sementara orang beriman mencari permintaan maaf.

10. Hiduplah kamu bersama manusia sebagaimana pohon yang berbuah, mereka melemparinya dengan batu, tetapi ia membalasnya dengan buah.

Kata-Kata Bijak Imam Al-Ghazali Tentang Akhlak Mulia

11. Untuk mendapatkan apa yang kamu suka, pertama kamu harus sabar dengan apa yang kamu benci.

12. Seorang lelaki yang berakhlak buruk menzalimi dirinya sendiri.

13. Barangsiapa yang memilih harta dan anak -anaknya daripada apa yang ada di sisi Allah, niscaya ia rugi dan tertipu dengan kerugian yang amat besar.

14. Jadikan kematian itu hanya pada badan kerana tempat tinggalmu ialah liang kubur dan penghuni kubur sentiasa menanti kedatanganmu setiap masa.

15. Jangan biarkan hati Anda mendapatkan kesenangan dengan pujian dari orang lain atau Anda akan sedih dengan kecaman mereka.

16. Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan.

17. Setengah tak percaya pada Tuhan di dunia ini disebabkan oleh orang-orang yang membuat tampilan jelek pada agamanya karena perilaku buruk dan kebodohan mereka.

18. Cinta merupakan sumber kebahagiaan dan cinta terhadap Allah harus dipelihara dan dipupuk, suburkan dengan shalat serta ibadah yang lainnya.

19. Korupsi agama berasal dari mengubahnya ke kata-kata belaka dan penampilan.

20. Ciri yang membedakan manusia dan hewan adalah ilmu. Manusia adalah manusia mulia yang mana ia menjadi mulia kerana ilmu, tanpa ilmu mustahil ada kekuatan.

Kata-Kata Bijak Imam Al-Ghazali Tentang Mencari Ilmu

21. Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad.

22. Kita tidak dapat mengakui bahwa setiap orang yang mengaku beragama itu pasti mempunyai segala sifat-sifat yang baik.

23. Pati ilmu yang sebenarnya ialah mengetahui sedalam-dalamnya apa arti taat dan ibadat.

24. Maafkanlah temanmu yang sedang berbuat kesalahan dan jangan sekali-sekali mencelanya.

25. Doakanlah temanmu, baik selagi hidup maupun sesudah dia meninggal dunia.

26. Kata-kata lembut melunakkan hati yang lebih keras dari batu, kata-kata kasar mengeraskan hati yang lebih lembut dari sutra.

27. Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya, sementara kesengsaraan adalah ketika seseorang dikuasai oleh nafsunya.

28. Barangsiapa mengeluhkan karakter buruk orang lain, berarti ia telah mengungkapkan keburukan karakternya sendiri.

29. Jangan berteman dengan teman yang hanya ada ketika sehat atau kaya, kerana teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu di belakang hari.

30. Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan menambah ke segala hal.

31. Yakinlah semata-mata dengan memiliki ilmu belum tentu lagi menjamin keselamatan di akhirat kelak.

32. Lidah yang lepas dan hati yang tertutup dan penuh dengan kelalaian itu alamat kemalangan besar.

33. Carilah teman untuk menenangkan hati dan pikiran, maka perhatikanlah baik-baik tentang keselamatanmu dan kesejahteraannya.

34. Berpikirlah selalu tentang nikmat-nikmat dan keagungan-Nya.

35. Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia kerana mungkin satu hari nanti dia akan insaf dan bertaubat atas kesalahannya. [Red].

Avatar

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.